PK IMM PUTM PUTRA

Rabu, 04 Desember 2013

LIMA WASIAT DALAM SURAT AL-AN’ÂM: 151

Oleh: Budi Aditya Wardana
Utusan PDM Gunungkidul CP: 089672416793
Khutbah Pertama
Hadirin jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah
            Agama Islam diturunkan ke dunia ini melalui Rasul-Nya Muhammad SAW adalah sebagai rahmatan lil ‘âlamîn yang juga menyempurnakan agama-agama sebelumnya. Agama Islam mengatur segala aspek kehidupan mulai dari urusan yang terkecil hingga urusan yang rumit, terlebih adalah urusan yang menyangkut nyawa dan hak seseorang.
            Setiap melakukan ibadah Shalat kita selalu meminta kepada Allah SWT agar ditunjukkan jalan yang lurus yaitu ketika kita membaca surat al-Fatihâh. Namun bagaimana cara untuk menggapai shirâth al-mustaqîm tersebut ? maka dalam hal ini Allah SWT telah mengisyaratkan kepada para hamba-Nya dalam surat al-an’âm ayat 151-153 yang juga disebut dengan wasiat (perintah) yang sepuluh. Namun disini khatib hanya akan menyebutkan lima wasiat saja yang terdapat dalam ayat 151.
Hadirin jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah
            Allah SWT berfirman dalam surat al-An’âm ayat 151
۞ قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُم مِّنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
 Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).
            Dari ayat di atas terdapat beberapa wasiat yang dapat kita ambil, diantaranya:
1.      Larangan Berbuat Kesyirikan.
Perbuatan syirik (menyekutukan Allah SWT) merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT, hingga Allah SWT tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik, akan tetapi mengampuni dosa selain syirik. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat an-Nisâ’ ayat 48:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah SWT, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
2.      Perintah Agar Berbuat Baik Kepada Ibu dan Bapak.
Dalam agama Islam, berbuat baik kepada orang tua merupakan hal yang sangat diperhatikan, sehingga Allah SWT sering mengiringkan antara ketaatan kepada Allah SWT dengan berbakti kepada orang tua. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Isrâ’ ayat 23,
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ
 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”
3.      Larangan Membunuh Anak.
Setelah Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua lalu Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berbuat kepada anak-anak kita, yaitu dengan tidak membunuhnya. Namun akhir-akhir ini sering kita dapati banyak diantara orang tua yang tega membunuh anaknya, hanya karena takut dan khawatir anaknya akan mengalami kemiskinan dimasa mendatang. Tentunya hal ini sangat tidak dibenarkan oleh Islam, sebab pada hakikatnya Allah SWT lah yang akan memberi rizki kepada mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman:
نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ 
Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka
4.      Larangan Mendekati Perbuatan-Perbuatan yang Keji
Ada sebuah hadits yang menguatkan hal ini yaitu yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abdullah,
لَا أَحَدَ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ فَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Tidak ada yang lebih cemburu (ketika larangan dilanggar) dibanding Allah SWT. Karena itulah Dia mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.”
Sudah jelas disini bahwasanya Allah SWT mengharamkan perbuatan yang keji lagi mungkar, dan tentunya Allah SWT akan sangat marah ketika larangan-Nya telah dilanggar termasuk perbuatan keji ini.
5.      Larangan Membunuh Jiwa yang Diharamkan.
Hal ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abdullah bin Amr, secara marfu’,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
“Barangsiapa yang membunuh orang yang diberi jaminan keamanan (mu’âhad), maka ia tidak akan mencium aroma surga, padahal aromanya tercium dari jarak 40 tahun perjalanan.”
Jika kita lihat akhir-akhir ini hati kita akan dibuat miris dengan berbagai pembunuhan di negri kita ini, betapa tidak ? berapa banyak korban yang tidak hanya dibunuh bahkan sebelumnya diperkosa dulu, lalu dimutilasi, dibakar dan lain sebagainya, sungguh ketika dalam keadaan seperti ini manusia tak ubahnya seperti binatang saja, na’udzubillah.
Hadirin jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah
Itulah lima wasiat yang terdapat dalam surat al-an’âm yang Allah SWT menutup ayat tersebut dengan ayat “Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)”. Semoga kita dapat menjalankan perintah-Nya dan terjauh dari lima hal tersebut diatas khususnya dan umumnya dari seluruh apa-apa yang Allah SWT dan Rasul-Nya larang. amin

Khutbah Kedua
Hadirin jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah

            Pada khutbah yang kedua ini khatib akan sedikit menyimpulkan dari apa yang khatib sampaikan dari khutbah yang pertama, yaitu Allah SWT mewasiatkan 5 hal dalam surat al-an’âm ayat 151, diantaranya: larangan berbuat syirik, perintah berbuat baik pada orang tua, larangan membunuh anak, larangan mendekati perbuatan keji dan larangan membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT. Pada akhirnya kita berdo’a semoga terjauhkan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT dan rasul-Nya.

Jumat, 03 Mei 2013

Etos Kiwaneru; Rompi Kalkulus dan Kopiah Kalkulus


Siang itu, 13 Maret 2013, atmosfer Auditorium Kahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia penuh sesak. Sekitar 600-an lebih anak manusia sudah duduk rapi di bangku yang telah disediakan panitia. Saya dan teman-teman yang memang sudah datang dari jam 10 pagi, setelah salat dzuhur sengaja mencari tempat terdepan. Dengan membawa kotak snack dan tas hitam, saya memilih deretan bangku nomor 3, di belakang persis bangku tamu kehormatan. Semua orang yang ada di situ sedang sama-sama menunggu. Menuggu seseorang yang tidak  lama lagi akan menjadi pembicara di acara tersebut.
Acara tersebut adalah salah satu serangkaian acara milad UII yang ke-70, bertajuk Presidential Series Lectures. Setiap seminggu sekali dalam satu bulan yang akan datang, secara berturut-turut, UII mendatangkan pembicara ahli dari berbagai bidangnya masing-masing dan tentu dengan tema yang berbeda-beda. Pembicaranya menurut saya tidak main-main. Selain pembicara pada minggu pertama ini, minggu-minggu berikutnya secara bergilir akan diisi oleh Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan RI), Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina) dan Amien Rais (Mantan Ketua MPR & Tokoh Reformasi).
Pembicara pada minggu pertama ini, tidak berlebihan jika saya sebut sebagai The Next Habibie. Nama Habibie atau lengkapnya Baharuddin Jusuf Habibie mungkin sudah sangat akrab di telinga kita. Selain karena dia adalah seorang ilmuwan hebat dan pemilik berbagai macam hak paten, juga karena ia pernah menjabat sebagai Menteri di salah satu kementerian dan presiden Indonesia. Tapi untuk orang yang satu ini, agaknya masih banyak yang belum mengenalnya. Sebagian bahkan mungkin masih sangat asing dengan namanya. Padahal sesungguhnya ia tak jauh berbeda kehebatannya dengan Habibie. Dia bukan profesor. Bukan tidak bisa, tapi tidak mau. Beberapa referensi yang saya baca menyebutkan bahwa ia tiga kali ditawari gelar kehormatan sebagai profesor, tapi ia tidak mau. Gelarnya sama dengan Habibie (DR. Eng/Doctor Engineering), hanya bedanya mungkin ia belum pernah menjabat sebagai orang nomor wahid di negara Indonesia. Dia adalah Warsito Purwo Taruno. Seorang anak desa kelahiran Karang Anyar Solo yang salah satu hak patennya digunakan oleh NASA, badan antariksa dunia yang bermarkas di Amerika. Luar biasa!

Selasa, 30 April 2013

Dan Mr. Crack pun Lebih Memilih Untuk Menulis


Bagi sebagian orang, menulis mungkin merupakan hal yang menjenuhkan, not impressive bahkan hanya membuang-buang waktu. Tapi bagi dia menulis adalah obat, penyembuh dan teman hidup. Ketika seseorang yang begitu ia cintai meninggalkan dirinya untuk selamanya, seorang dokter memvonisnya terkena psikosomatis malignant. Sebuah gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik yang dapat merusak organ-organ tubuh lain. Penderitanya tenggelam dalam kesedihan yang teramat sangat. Bahkan, akibat paling besar dari gangguan itu adalah kematian.
Empat opsi yang diberikan sang dokter kepadanya; dirawat di rumah sakit jiwa, tetap di rumah tapi ada tim dokter yang merawat, mencurahkan semua isi hati kepada orang-orang terdekatnya atau menuangkannya dalam tulisan. Dan pada akhirnya, dia memilih yang terakhir; menuangkannya dalam sebuah tulisan. Kini setelah tulisannya paripurna, ia berangsur ‘sembuh’, kembali menjadi seorang manusia ‘normal’, menikmati hari tuanya, sembari menunggu sang Maha Cinta mempertemukannya kembali dengan seseorang yang paling ia cintai. Itulah dia. Sang Mr. Crack, Baharuddin Jusuf Habibie.
Siapa yang tak kenal dia? Seorang jenius pemilik 46 hak paten di bidang Aeronautika. Dialah sosok anak bangsa yang dapat mengkolaborasikan cinta, nasionalisme, profesionalisme dan religiusitas dengan begitu mendalam, tulus dan jujur. Itulah yang bisa saya tarik dari kisah seorang Habibie dan Ainun yang dibingkai dalam sebuah film berdurasi 2 jam.

Senin, 29 April 2013

Menjadi Pemimpin yang dicintai Rakyat



Oleh: Nicky Alma Febriana Fauzi*
Seorang pemimpin di setiap elemen kehidupan merupakan sosok krusial (penentu) yang paling urgent keberadannya. Ia bisa diibaratkan seperti nahkoda kapal yang harus siap-siaga dalam setiap pelayaran guna bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keselamatan seisi kapal. Mulai dari lingkup kecil, sosok ayah sebagai tulang puggung rumah tangga adalah pemimpin bagi setiap anggota keluarganya. Sementara di lingkup yang lebih besar (masyarakat), sosok lurah, bupati, gubernur dan juga presiden atau pemimpin negara merupakan sosok-sosok yang harus bertanggung jawab atas kesejahteraan para rakyatnya.
Menjadi sosok pemimpin yang dicintai anggotanya (baca: rakyat) adalah mimpi dan harapan besar dari setiap pemimpin. Hal ini dapat dimengerti karena salah satu parameter sederahana yang dapat digunakan untuk mengukur seorang pemimpin itu sukses atau tidak adalah dengan melihat respon serta kecintaan masyarakat kepadanya. Bila respon masyarakat kepadanya baik, maka bisa dipastikan pemimpin itu telah sukses dalam mengayomi para anggotanya. Namun sebaliknya, bila respon masyarakat kepadanya buruk, maka besar kemungkinan bahwa ia telah gagal dalam melaksanakan amanah sebagai pemimpin rakyat.
Islam sebagai ‘pemimpin’ dan penyempurna bagi agama-agama sebelumnya, dalam sejarahnya telah mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin yang dicintai rakyat. Contoh paling masyhur dan nyata adalah Nabi Muhammad saw, yang selain menjadi Rasul (utusan) juga menjadi pemimpin negara kala itu. Islam, melalui ‘tangan emas’ Rasulullah mampu mensejahterakan bahkan mengayomi semua lapisan masyarakat, tanpa memandang ras, suku bahkan agama. Rasulullah tidak hanya dicintai kaum muslimin, tapi lebih dari itu orang-orang non-muslim juga merasa mendapatkan perlindungan serta pengayoman di bawah payung kepemimpinannya. Sosok pemimpin seperti inilah yang senantiasa dirindukan kehadirannya oleh umat. Sosok pemimpin yang bertanggung jawab, adil, jujur, tidak otoriter, berpihak kepada yang lemah dan merakyat.
Meskipun sekarang Rasulullah telah tiada, namun paling tidak spirit kepemimpinan beliau dapat terus terwariskan ke dalam setiap diri pemimpin yang benar-benar berusaha meneladaninya. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memaparkan beberapa hadis tentang pemimpin dan kepemimpinan serta kriteria-kriteria pemimpin yang dicintai rakyat.

Membuka Kembali Pintu Ijtihad dalam Ilmu Hadits (Resensi Buku Karya Dr. Kasman; Hadits dalam Pandangan Muhammadiyah)


Oleh: Nicky Alma Febriana Fauzi*
Himpunan Putusan Tarjih atau yang sering disingkat HPT, bisa dikatakan merupakan salah satu kitab (buku) yang menjadi pedoman warga Muhammadiyah untuk melaksanakan segala aktivitas ibadah maupun muamalah yang tercakup di dalamnya. Lebih dari itu bahkan oleh sebagian warganya, keberadaan HPT dianggap sangat istimewa dan otorotatif, untuk tidak mengatakan disakralkan.
Fenomena demikian ternyata tidak membuat Dr. Kasman (ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember) menutup diri untuk bersikap kritis terhadap HPT. Dalam bukunya yang berjudul “Hadits Dalam Pandangan Muhammadiyah”, ia berhasil mengkritisi hadits-hadits yang ada dalam HPT dengan sangat obyektif. Buku yang berasal dari disertasinya ini selain menggambarkan dengan detail manhaj Muhammadiyah dalam memandang suatu hadits, juga mengukur seberapa konsisten Muhammadiyah, dalam hal ini Majelis Tarjih menggunakan dan menerapkan manhajnya tersebut.

FATWA TENTANG FENOMENA UJIAN NASIONAL (UN) DI INDONESIA



Oleh: Aulia Abdan Idza Shalla

Sebagai seorang pelajar, pastilah kita pernah mengalami masa-masa Ujian Nasional. Satu hajatan besar Pendidikan Nasional di Indonesia yang dapat dikatakan sebagai penentu nasib seorang pelajar. Banyak perdebatan yang menyeruak terkait dengan peristiwa tersebut. Dalam tulisan singkat ini penulis mencoba mengangkat masalah tersebut dari sudut pandang agama. Bagaimana agama Islam mensikapinya? Berikut ulasan singkatnya.
Beberapa sisi yang menjadikan Ujian Nsional banyak menuai perdebatan:
1. Ujian Nasional yang menerapkan standar tinggi baik dari segi nilai maupun kualitas soal. Dikatakan tinggi karena standar yang dipakai adalah standar kurikulum di kota-kota sedangkan seluruh sekolah di Indonesia diwajibkan menyelenggarakan UN entah masyarakat kota maupun desa. Bagi masyarakat desa, UN adalah satu hal yang sangat berat.

Kamis, 10 Mei 2012

LIKA LIKU LUKA BER-IMM : Celoteh Immawan Semester VI (dari IMM, cinta, hingga Tuhan)

Tentang Mereka...

Anak-anak ini dipertemukan Allah dengan salah satu cara yang paling manis ; bertemu di PUTM, sebuah chandradimuko bagi kader-kader Muhammadiyah. Mereka ber-dua-puluh-empat bisa dianggap representasi dari galaksi Bima Sakti, (bukan hanya Indonesia juga bukan hanya populasi Bumi ) karena pluralitas kepribadian mereka[1]. Semua yang mereka alami di Pondok PUTM, telah melukis kesan dan menggugah untuk meninggalkan pesan…. Salah satunya adalah ber-IMM dengan segala lika liku luka-nya….,

Muh. Husain Kamaruddin

KESAN BER-IMM :
Banyak hal yang aku dapatkan dalam ber-imm, imm membuatku semakin tajam dalam berfikir, semakin terampil dalam berorganisasi, aku bisa menatap dunia ini bahwa kita dilahirkan tidak hanya untuk mengurus diri sendiri tetapi setelah itu ummat sudah menanti kita, ummat sudah rusak, butuh kader yg benar-benar progresif dalam perjuangan. Terimakasih IMM-ku, tetaplah bersinar, tetaplah memekar, dan tetaplah berkemajuan[2].

PESAN BER-IMM :
Kewibawaan IMM akan tetap terjunjung bila teori dan praktik bisa diaplikasikan secara bersamaan. Berilmulah setinggi-tingginya tetapi realisasikanlah ilmu tersebut.
Kamu harus cakap dalam memikirkan dan menganalisa kondisi sosial umat demi mewujudkan kemaslahatan. Tetapi dirimu, dirimu, dirimu yang tetap lebih utama untuk kamu perbaiki sebelum memperbaiki ummat !!!!

Hudzaifaturrahman.com

v Untuk kepengurusan PK IMM PUTM dua periode ini…….

Tak ada gading yang tak retak,

Bagus tak selalu menang telak,

Kalah tak selalu dipandang rusak[3].

Senang sedih, canda tawa, gundah gelisah, jotos tonjok sudah biasa. Tangis tawa menghiasi suasana, perang mulut-perang raga telah menjadi memori lama. Semua itu pernah ada bukan untuk dicerca dan dilupa. Namun …… Dikenang saja!. Itulah cara yang paling mulia J

v Teruntuk adik-adik yang akan menggotong dan meneruskan tampuk kepemimpinan selanjutnya…….

Ingat!! Hidup tak semudah membalikkan telapak tangan, (meskipun itu sulit untuk orang yang struk).

Memandang tak selalu lurus ke depan. Tolehlah ke belakang! Namun jangan kelamaan.

Pribadi mantap akan lebih berkesan,

Yang putih ambillah sebagai acuan.

Yang hitam biarlah terbang jangan hiraukan.

Pungutlah jalan yang sehaluan,

Abaikan jalan yang berlawanan.

Miftah Fharid

Kesan : Jika ingin menuliskan semua kesan dan pesan selama periode ini, niscaya kertas selembar ini bahkan yang lebih lebar lagi tidak akan muat. Apalagi jika dilihat dari pempinannya, terutama ketua umum “Fahmi Firmansyah” sungguh luar biasa. Beliau adalah sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan rela berkorban untuk para anggotanya. Bahasa lebay nya adalah “Beliau adalah sosok pemipin yang ideal yang dirindukan ummat”[4], sosialisasinya bagus dan jaringannya luas, sehingga PK IMM PUTM bisa dikenal luas oleh penduduk Indonesia. Baik untuk dicontoh !!!

Pesan : tetap mempertahankan citra PK IMM PUTM. Terkhusus untuk bidang keilmuan agar kajian malam jumat dihidupkan sebagai salah satu wadah untuk menambah wawasan.

Muh. Akbar Ilyas

Pesan untuk imm thun depan...
1. Pertahankan relasi yang sudah terjalin ,,,,
2. dalam mengadakan kegiatan baiik itu internal maupun eksternal, usahakan konsultasi sama pihak putm
3. Perbanyak kegiatana.,,,
4. Klo melaksanakan kegiatan, sebisa mungkin direncanakan secara matan bru diadakan.

Klo kesan mungkin semuanya berkesan,, dari tidak tau ke tau, kebersamaan dan sebagainya[5].

Muhammad Juwaini

Kesan: Ini tidak terlepas dari subjektifitas saya pribadi, IMM priode ini telah melakukan kinerja yang cukup "baik", baik di sini bukan berarti sempurna atau maksimal dalam artian normatif, tapi maksudnya adalah sudah melakukan kinerjanya sesuai dengan kemampuan yang ada. Argumen ini tidak terlepas dari faktor yang mempengaruhi kinerja IMM, misalnya faktor waktu, kesibukan kuliah, dana yang kurang, serta kurangnya komunikasi antara Thalabah PUTM semua angkatan (kurang paham juga apa latar belakangnya)[6].

Pesan: Tetap semangat....walaupun di saat begitu banyak kritikan membangun atau pun pedas yang datang menghampiri. Kita semua masih dalam proses "PERBAIKAN DIRI", jadi kalau kita sulit memperbaiki orang lain maka itulah yang menjadi alasannya. kesempurnaan itu hanya milik Allah, kita sebagai Thalabah hanya bisa berikhtiyar dan berusaha melakukan yang terbaik.

Ardiansyah

Kesan : Kesan-kesan yang mungkin saya sampaikan adalah saya terkesan dengan rekan-rekan di IMM PUTM yang saya rasa untuk angkatan saya bisa saling melengkapi, karena saya melihat angkatan saya ini adalah angkatan yg paling unik dengan berbagai latarbelakang dan potensi[7] yang berpariasi dan itu sangat berpengarauh pada jalannya IMM periode saya.

Pesan : Untuk temen seangkatan : jangan pernah berhenti belajar, termasuk belajar berorganisasi, karena hidup kita tidak akan pernah lepas dari organisasi, apalgi kita akan dituntut menjadi figure dimasyrakat dan kemampuan berorganisasi akan diperlukan.
Untuk adik kelas : tetap semangat berIMM, sy tahu jadwal kulliah di PUTM ini “gila” tp sisihkan waktu untuk aktif di IMM karena itu akan sangat bermanfaat. Yaa itung2 refresing lah haha

Sukahar Ahmad Syafi’I (Pe’i)

Kesan : Bingung juga mau nulis apa tentang kesan sama IMM, tapi yang jelas IMM its okelah, lumayan bisa nambah pengalaman organisasi, walaupun sebenernya bosen juga karena selama 2 periode ini yang dijabat hanya bidang kader doank, mau ganti gak boleh e, alasanya kamu lebih cocok disitu (hehehe, sok banget), yaudahlah Cuma itu aja kesan selama jadi anggota IMM PUTM.

Pesan : Tetap jadikan IMM ini sebagai Mitra baik PUTM. Semangat, ikhlas, ukhuwah dan kerja keras sangat penting dalam sebuah organisasi, tanpa keempat element itu suatu organisasi tak akan maju, bahkan bisa dikatakan tak punya ruh dan jiwa (wujudhu ka adamihi)[8], OKI (oleh karena itu) tetep semangat, seberat apapun beban itu, niscaya akan ringan jika dikerjakan bersama-sama dan ikhlas, hehehe…

Fathurrahim

Kesan : Sebagai orang yang sangat awam dalam berorganisasi, kesan saya cukup terangkum dalam satu ungkapan “Owh , , , ternyata begini toh berorganisasi itu”. Khususnya selama IMM dikomandoi oleh boz Fahmi, PK IMM PUTM semakin dikenal di luar sono. Thank’s ya boz, apalagi sudah mengenalkan kita kepada stikes. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius,,,hehehe

Pesan : kepada adik-adikku yang melanjutkan estafeta kepemimpinan PK IMM PUTM, saya nyatakan kepada anda[9] untuk menjaga, mewarnai, dan memprioritaskan. Maksudnya ialah menjaga eksistensi PK IMM PUTM, menjaga hubungan baik yang selalu terjalin dengan teman-teman IMM di luar, memberikan warna yang berbeda bagi IMM sebagai cirri khas yang membedakan PK IMM PUTM dengan komisariat lain, namun di atas itu semua tetap memprioritaskan kepentingan internal PUTM

Ayub

Kesan : IMM (terutama PK IMM PUTM) bukan hanya tempat untuk berlatih hidup, menghidupkan hidup, karena dinamika berorganisasi adalah miniature kehidupan, namun bukan hanya itu. Bagi kami, IMM adalah ibu, yang dari rahimnya kita terlahir sebagai saudara !! Ya benar saudara sekandung[10], , ,

Pesan : Pesan saya bagi pelanjut estafet PK IMM PUTM, Fastabiqul Khairaat. Sering-seringlah ngopi bareng, “Ngishan”[11] bareng tidak usah terlalu serius. Tapi tetap Fastabiqul Khairaat.

Tri Sulistyo Nugroho

Satu, dua, tiga, sepuluh, seratus, dua ratus, bahkan beribu-ribu[12] kata tak bisa menggambarkan kesan yang saya dapatkan saat berkecipung di dalam PK IMM PUTM. Begitu banyak ilmu dan pengalaman dalam berorganisasi yang saya dapatkan walaupun diri ini mungkin sangat kurang berperan. Maju terus PK IMM PUTM, maju terus tuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, kebaikan bukan hanya dipandang dari kaca mata hamba yang lain, akan tetapi di sisi Allah ta’ala. Sekian.

Mad Rois

Kesan selama ber-IMM : Kenangan yang takkan pernah terlupakan bersama PK IMM PUTM adalah ketika ikut serta dalam kepanitian PUTM Peduli Qurban, disitulah dinamika organisasi benar-benar terjadi[13].

Pesan : Jangan pernah meremehkan komunikasi antar sesama pengurus dan pimpinan PUTM di setiap even yang dilaksanakan.

Fikri El Murtafiq

Kesan : Emmm, semakin lama semakin bagus, baik dari segi komunikasi, organisasi dll. Tapi untuk komunikasi sepertinya masuh perlu ditingkatkan lagi dech , , ,

Pesan : Tingkatkan lagi semangat ber-IMM. Tidak semua ilmu didapatkan dari belajar di dalam kelas. Ilmu juga dapat diperoleh dari berorganisasi. Dan jangan lupa juga perkuat komunikasi[14].

Syahrul Ramadhon

Kesan : Alhamdulillah saya senang sekali bisa menjadi salah satu bagian dari PK IMM PUTM karena banyak sekali pelajaran dan pengalaman berharga yang saya dapat dari sini yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.

Harapannya semoga PK IMM PUTM kedepannya semakin progresif dan mampu menjadi contoh bagi komisariat-komisariat yang ada di Nusantara pada umumnya dan khususnya yang ada di bawah naungan Cabang AR. Fakhruddin. IMM JAYA.

Faiz Rofdhi

Kesan untuk periode sebelumnya: PK IMM PUTM cukup semangat untuk melakukan yang terbaik, walaupun kegiatan di PUTM sangat padat. Meskipun ada beberapa program kerja yang belum maksimal, namun program yang telah dilakukan cukup baik dan bisa diakui bahwa terobosan-terobosan[15] yang dilakukan periode kita lebih maju dari pada periode kakak kelas dulu.

Pesan untuk periode selanjutnya : PK IMM PUTM ke depan diharapkan bisa melakukan program kerja yang dapat mendukung kegiatan di PUTM. Ambillah hal-hal yang baik dari periode sebelumnya dan abaikan hal-hal yang kurang baik, dan jadikan instropeksi untuk mengarungi samudera PUTM dengan kapal IMM.

Qaem Aulassyahied

Kesan : Fiuh… tidak ada yang bisa kutuliskan untuk mewakili bermilyar-milyar kesan yang ku kecup dalam rentan waktu yang terasa singkat bersama teman-teman dalam berjuang di satu tubuh “PK IMM PUTM” (hahaha padahal mang waktunya dah kepepet baru nulis, jadi bawaannya cepet-cepet biar gak dimarahi pak ketum). Yah mungkin ada satu kiasan yang sedikit bisa mewakili “kesanku bagai kopi, pahit, panas, manis, dan tak mau berhenti sampai habis[16]” xixixi.

Pesan : Haisyh , , , lagi-lagi tidak ada kalimat dalam bahasa apapun yang sanggup mencapai kedalam pesan yang teruraikan dari lintasan pengalaman yang ku jalani selama berlayar di atas bahtera PK IMM PUTM (wakakaka,,,padahal dasar tetap sama kepepet nulis jadi gak sempat mikir dan takut di denda gorengan ma Pak Ketum). Namun, mungkin satu yang harusnya tidak boleh dilupakan “Bermuhasabah adalah sifat muslim sejati”

Aiman Sa’id Ali Nahdi

Kesan : IMM 11/12 aku juluki sebagai generasi “Nekad”[17]. Dengan modal itu kau bisa melalui rintangan-rintangan yang menghadapi meski masih banyak segi yang perlu dibenahi namun tidak dapat pungkiri, “GOOD JOB” sebagai apresiasi untukmu.

Pesan : Jangan bertanya Apa yang Bisa PUTM lakukan untuk kalian, Tapi Bertanyalah Apa yang Bisa Kalian lakukan untuk PUTM”. Jadilah generasi yang lebih baik dari sebelumnya dan jadikanlah IMM sebagai wadah pendukung tujuan PUTM bukan sebagai wadah penghacur cirri khas PUTM.

Prihatin

Kepemimpina periode ini bagus, banyak keluar, banyak kerjasama dengan komisariat luar, banyak kegiatan juga dari pada kemarin.

Pesan : yang kenal banyak dengan anak luar kok cuman pak ketum dan sekretaris??[18]hhoho. Jikalau periode ini gak ada outbond, periode selanjutnya bisa diadakan lagi yaaah , , ,

Agus Salim

Kesan : PK IMM PUTM periode ini cukup solid baik dari mulai ketua, sekum, bendum, kabid, sekbid, dan anggota. Ketuanya rela berkorban, tanpa pamrih dan tenggung jawab dalam memimpin.

Pesan : Semoga kepemimpinan selanjutnya bisa lebih bagus dari ini. Buat ketua IMM selanjutnya tetap semangat berorganisasi tanpa melupakan sibghoh PUTM[19].

Divta Iqbal fatrhoni:

Kesan: Selama ikut diorganisasi IMM PUTM ini saya merasa mendapat banyak pelajaran yang sangat berharga terutama dalam masalah organisasi.

Pesan: Saya harap PUTM kedepan bisa menjadi patner yang baik dengan PUTM untuk meningkatkan kecerdasan tolabah, sehingga apa yang dicita-citakan oleh PUTM & IMM dapat berjalan dengan selaras, serasi, dan seimbang[20].

Firman Budi Satria

v Kepemimpinan imm putm periode ini, saya pribadi mengatakan cukup bagus, tidak monoton, mampu dan mau berjuang meskipun mungkin kadang pak ketua agak mangkel karena saya rajin banget gak gadir dalam rapat organisasi,, hehehe..

v Emm,, ternyata pak ketua disamping ahli dalam memimpin, juga ahli dalam PES,, mungkin bakat ini perlu di kembangkan pak ketua, kalo sudah hebat , mohon pak ketua mengadakan liga bareng,, saya daftar urutan pertama pak ketua.

v Sedikit pesan untuk para anggota, kader, dan pimpinan Imm putm, bahwa imm putm tidak boleh bersikap apatis terhadap pergulatan politik yang terjadi di negri ini. Begitupula terhadap problematika2 yang sedang,dan akan terjadi, Imm putm harus memiliki daya respon yang tinggi.

v Meskipun kita tinggal di daerah terpencil, gak ada warnet, gak ada foto kopy, tetaplah imm bersemangat untuk selalu memajukan budaya dan peradaban putm tanpa harus mengabaikan PES ter_update[21]..wkwkwkwk,,,

Ahmad Sadam Al Azis

Kesan : Lebih baik dari tahun sebelum-sebelumnya

Pesan : Jadikan IMM sebagai penyemangatmu untuk belajar di PUTM[22]

Feri Effendi*

Kesan : Luar biasa!!

Pesan : Tetap semangat

(*pesan dan kesan ini disampaikan ketika Immawan Feri masih terbaring di RS PKU Muhammadiyah akibat kecelakaan).

Ridu Hadi Pranata

Kesan : terus terang saya kurang bisa mengungkapkan kesannya.....ckckck, hanya Tuhan yang Maha Tahu atas perasaan mendalamku pada ikatan ini

Pesan : Idem, Ibid, dgn teman-teman...

Fahmi Ganti Jeneng

Kesan : Gak bisa berkata apa-apa. Kalian adalah segalanya. Terima kasih. Terima Kasih. Terima Kasih.

Pesan :

Pertama, belajar itu tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja, atau ilmu itu tidak hanya kita dapatkan di dalam kelas saja, belajar dan ilmu bisa kita dapatkan pula dalam suatu wadah organisasi.

Kedua, pemimpin itu harus siap menjadi ujung tombak dan ujung tombok. Artinya kita sebagai seorang pemimpin yang berada dalam naungan PK IMM PUTM harus siap menjadi ujung tombak, begitu pula menjadi ujung tombok.

Ketiga, tadaburi, resapilah ayat-ayat Al Quran ini yang menjadi pegangan bagi penulis dalam menjalani roda organisai PK IMM PUTM ini (Q.S. At Thalaq ayat 3, Q.S. Al Baqarah 214, Q.S. Al Hasyr ayat 18)

Keempat, PK IMM PUTM is PK IMM PUTM. PK IMM PUTM adalah PK IMM PUTM dengan segala ke-PK IMM PUTM-an nya.



[1] Asli hiperbolik

[2] SANGAT MUHAMMADIYAH…

[3] Nadzhamnya keren,,, dia memang ahli nazham, telah menulis “alfiyah al-Hudzaifi fi Ilmi ar-Rijal al-Kabi Khusyi”

[4] Sosok ini memang sering berhadapan dengan “jiwa-jiwa lebay” kaum makhluk halus, tapi tetap berwibawa

[5] Ringkas dan mengena… inilah dia si bondeng,

[6] Semua FAKTOR bisa dikenali oleh kak Joe, kecuali factor “saling bersikap dingin”

[7] ANGKATAN PALING UNIK… cihuy..

[8] Filsafat kaum Ujoisme dan Ulonisme

[9] Obsesi pada pak Mukhlas Abror

[10] Dan saudara SEKANDANG

[11] Nama warung ; Ihsan…

[12] Tri memang ahli ekonomi, jadi yaa mulainya pake hitung2

[13] Dinamika yang seru, indah dikenang, lucu bahkan….

[14] Komunikasi… itulah kuncinya..

[15] Tukang terobos ini… terobosan yang baik tentu saja

[16] Ckck, makanan dan minuman adalah sumber inspirasi tiada hentinya

[17] Yups.. bukan “naked” lho hehe

[18] Padahal dia juga…ckckc Tin Sam Dong… hehe, tapi anak ini memang peduli sesama sekali

[19] Sibghoh…. Itu intinya kan mas Agus?”

[20] Hehe… betul-betul pribadi yang rapi jali, selars dan seimbang adalah filosofinya

[21] Maniak PES nih… tapi dia cerdas nahwu lho.

[22] Singkat, mungkin karena teman kita ini masih merasakan dampak musibah yg menimpanya… semoga cepat pulih, pisik dan psikis.. amin